Tuesday, 13 September 2016

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN KEDELAI PADA PENGUSAHA TAHU KOTA BENGKULU

I.   PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Kedelai adalah keluarga polong-polongan. Kacang ini sudah tumbuh sejak 3500 tahun yang lalu. Jenis tanaman ini termasuk jenis kacang-kacangan yang sering diproduksi untuk dijadikan bebrapa jenis bahan makanan. Kedelai yang dibudidayakan sebenarnya terdiri dari paling tidak ada dua spesies glycine max disebut kedelai putih, yang biji nya berwarna kuning, gak putih atau hijau. dan glycine soja kedele hitam berbiji hitam. G.max adalah tanaman asli daerah asia subtropik seperti RRC dan jepang selatan. Sedangkan g.soja merupakan tanaman asli asia tropis seperti asia tenggara. Tanaman ini telah menyebar ke jepang,korea,asia tenggara, dan indonesia. Jenis olahan kedelai yang banyak diindonesia adalah seperti kecap, tahu, dan tempe.
Dan kedelai diindonesia dikenal berbagai nama yakni sojaboom, soja,soja bohne, soybean, kedele, kacang ramang, kacang bulu, kacang gimbol, retak mejong, kaceng bulu, kacang jepung, kacang dekenana, demekun, dele, kadele, kadang depun, lebui bawak, dan kacang kuning. Dari berbagai nama kedele tadi menunjukan kacang kedelai sudah lama diindonesia.
Dan hampir semua masyarakat menyukai makanan yang terbuat dari kedelai dan tanaman ini menguntung kan baik bagi petani maupun pembuat tahu,tempe,kecap, dan susu dari kedelai.
Kedelai adalah salah satu komoditi pangan utama setelah padi dan jagung.
Kedelai merupakan bahan pangan sumber protein nabati utama bagi masyarakat.
Pada awalnya tanaman kedele merupakan tanaman sub tropika hari pendek,
namun setelah didomestikasi dapat mengghasilkan banyak kultivar lokal.
Para pemulia tanaman pun telah mengintroduksi kultivar yang dapat beradaptasi
terhadap lintang yang berbeda. Kemampuannya untuk ditanam dimana saja adalah
keunggulan utama tanaman ini (Rubatzky dan Yamaguchi, 1998).
Dan kedele merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang digunakan sebagai sumber protein diindonesia (sumarno, 1983) peningkatan produksi kedele dari tahun ke tahun tercatat belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang meningkat juga setiap tahunnya akibat peningkatan laju pertumbuhan penduduk. Berdasarkan data badan pusat statistik ( bps) produksi kedele pada periode 1978-2008meningkat sebesar 2,08% per tahun. Peningkatan produksi kedele pertahun disebabkan karna meningkatnya produktifitas kedelai rata-rata 1,49% per tahun serta meningkatnya luas areal panen kedelai rata-rata sebesar 0,56% per tahun.
Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki sumberdaya alam berupa lahan yang relatif cukup luas dan subur.  Dengan iklim, suhu dan kelembaban yang cocok untuk kebutuhan pertumbuhan tanaman pangan pokok, maka hampir seluruh tanaman pangan pokok tersebut (biji-bijian, umbi-umbian dan kacang-kacangan asli Indonesia) dapat tumbuh dengan relatif baik.  Salah satu jenis tanaman pangan yang sangat dibutuhkan oleh sebagian besar penduduk Indonesia adalah tanaman kedelai (Glysine max (L) Merril).
1.2.Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.      Faktor-faktor apasaja yang mempengaruhi permintaan kedelai pada pengusaha tahu di bengkulu?
2.      Bagaimana cara mengtasi kurangnya pasokan kedelai dikota bengkulu?
3.      Bagaimana caranya pengusaha tahu dalam memenuhi permintaan akan tahu?

1.3.Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pola permintaan kedelai dikota bengkulu.
1.4.Manfaat Penelitian
1.Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan kedelai dikota bengkulu.
2.untuk mengatasi kurang pasokan kedelai dikota bengkulu.
3. untuk menstabilkan permintaan kedelai pada pengusaha tahu dikota bengkulu.
Bagi peneliti, studi lapang ini bermanfaat untuk melatih kemampuan analisis dalam memecahkan suatu masalah berdasarkan pengetahuan yang dimiliki sekaligus diharapkan menjadi tambahan wawasan dan pengetahuan baru.

1.5. Kerangka Pemikiran
          Dalam kamus ekonomi (Sudarsono, 1985 dalam Erdeti, 2003) disebut bahwa yang dimaksud dengan konsumsi adalah penggunaan akhir barang-barang dan jasa-jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia. Konsumsi dapat dikatakan tidak hanya terdiri dari barang yang dapat dimana dan diminum, tetapi semua barang dan jasa yang menjadi kebutuhan bagi manusia baik kebutuhan jasmani atau rohani.
    Sudarsono (1985) dalam Erdeti (2003) mengemukakan bahwa pengeluaran yang dilakukan oleh sektor rumah tangga disebut pengeluaran konsumsi. Pengeluaran konsumsi meliputi semua pengeluaran rumah tangga untuk membeli barang-barang dan jasa-jasa yang langsung dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Harga kedelai sangat berpengaruh terhadap kebutuhan akan kedelai hal ini dikarnakan kedelai merupakan bahan pokok untuk pembutan tahu, permintaan akan kedelai belakangan ini sangat pesat beberapa tahun terakhir ini relatif sangat tinggi, terutama untuk kebutuhan konsumsi maupun untuk industri, hal ini lah yang menyebabkan indonesia melakukan impor dari tahun ke tahun, dan harga kedelai juga dipengaruhi oleh harga kedelai domestik harga kedelai luar negeri, nilai rupiah terhadap dolar amerika dan adanya penetapan tarif impor.
Dan untuk meningkatkan produktivitas kedelai dalam negeri agar indonesia tidak terlalu bargantung terhadap kedelai dari luar negeri yaitu melalui peningkatan luas areal panen dan peningkatan produktivitas.
             Permintaan akan kedelai
 


    Permintaan industri
                                                           
Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan
Produksi domestik
Harga kedele domestik
Harga kedele luar negeri
Selera dan kualitas kedelai
harga


 








II.TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Aspek Permintaan
     Permintaan  akan sesuatu barang adalah jumlah barang yang sanggup dibeli pada tempat dan waktu tertentu dengan harga yang berlaku pada saat itu. Pengertian permintaan dilandasi oleh asumsi ceteris paribus. Asumsi ini menganggap faktor selain harga yang juga menentukan jumlah yang diminta dianggap tidak berubah. Apabila faktor tersebut berubah, akan terjadi perubahan permintaan. Pergeseran ke kanan kurva permintaan menunjukkan permintaan naik dan pergeseran ke kiri kurva permintaan menunjukkan permintaan turun. (Anonim, 2011)

           
2.2. Tiori Permintaan
Menurut Pappas dan Hirschey (1995), permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang rela dan mampu dibeli oleh konsumen selama periode tertentu.
sebagai berikut :
QDK = f (PK, PS, I, S, PD)..
dimana :
QDK = Permintaan Komoditi
PK = Harga komoditi itu sendiri
PS = Harga komoditi lain
I = Pendapatan
S = Selera
PD = Populasi Penduduk
1. PK = Harga komoditi itu sendiri
Dengan asumsi cateris paribus, peningkatan harga komoditi yang bersangkutan akan menurunkan permintaannya, dan sebaliknya. Permintaan dan harga komoditi yang bersangkutan memiliki hubungan yang negatif.
2. PS = Harga komoditi lain
Perubahan harga komoditi substitusi akan mempengaruhi permintaan atas komoditi yang bersangkutan secara positif. Kenaikan harga komoditi substitusi akan meningkatkan permintaan atas komoditi yang bersangkutan, dan sebaliknya.Sedangkan perubahan harga barang komplementer dapat mengubah permintaan komoditi yang bersangkutan secara negatif. Semakin tinggi harga barang komplementer, semakin rendah permintaan atas komoditi yang bersangkutan.
3. I = Pendapatan
Kenaikan pendapatan cenderung meningkatkan permintaan untuk komoditi yang berupa barang normal, dan sebaliknya.
4. S = Selera
Salah satu hal yang berpengaruh terhadap permintaan adalah selera.Perubahan selera terjadi dari waktu ke waktu, dan cepat atau lambat akan meningkatkan permintaan pada periode tertentu dan tingkat harga tertentu.
5. PD = Populasi Penduduk
Peningkatan jumlah penduduk dapat meningkatkan permintaan atas suatukomoditi. Hal ini diakibatkan semakin banyak jumlah penduduk maka semakinbanyak konsumen yang menginginkan suatu komoditi.



2.3.Produksi
Lipsey (1993) mengatakan bahwa produksi adalah tindakan dalam
membuat komoditi, baik berupa barang maupun jasa. Dalam pertanian, proses
produksi begitu kompleks dan terus menerus berubah seiring dengan kemajuan
teknologi. Tidak ada produk yang dihasilkan dengan menggunakan satu input.
Dalam produksi banyak digunakan input-input untuk menghasilkan output.
2.4.Konsep dan variabel
Pada prinsipnya penawaran kedelai tergantung kepada dua variabel yaitu
luas areal panen dan produktivitas. Penurunan luas areal produksi yang
disebabkan oleh penurunan harga riil kedele, persaingan dengan komoditi lain,
dan lebih rendahnya harga riil kedelai impor dibanding harga riil kedelai lokal
akan mengakibatkan penurunan luas areal panen. Sedangkan produktivitas kedelai
masih rendah dan cenderung stagnan. Rendahnya produktivitas ini disebabkan
oleh belum populernya penggunaan benih bermutu dan bersertifikasi, kemudian
jenis areal lahan yang bermasalah dalam hal ketersediaan air, gangguan hama
penyakit, waktu tanam yang belum tepat, serta belum sempurnanya penerapan
teknologi oleh petani.
Sementra itu karna jumlah penduduk semakin meningkat maka berimplikasi terhadap peningkatan permintaan kedele sebagai sumber pangan.
Selain itu meningkatnya kebutuhan kedele juga disebabkan oleh berkembangnya
berbagai industri pengolahan yang menggunakan bahan baku kedelai, seperti

industri tahu dan kecap.

No comments:

Post a Comment