Friday, 1 July 2016

KAJIAN PENERIMAAN DAN PENGELUARAN RUMAH TANGGA PETANI KELAPA SAWIT BAB 3-4

N



III. METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Penentuan Lokasi Penelitian
Penelitian ini berlokasi di Desa Talang Durian Kecamatan Semidang Alas Kabupaten Seluma. Lokasi penelitian  ditentukan secara sengaja dengan pertimbangan bahwa di Desa Talang Durian terdapat 150 kepala keluarga dan yang menjadi petani kelapa sawit sebanyak 130 kepala keluarga sehingga mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani kelapa sawit yakni sebanyak 86%. Waktu penelitian dilakaukan selama satu bulan dari 1 Agustus s/d 31 Agustus 2014.

3.2 Penentuan Responden
Menentukan besarnya responden  harus mempertimbangkan ha-hal berikut : a). Tingkat homogenitas, b). Tingkat presisi, c). Kerangka analisis dan d). Ketersediaan waktu dan biaya (Subroto, 2001). Hal yang sama juga diungkapkan menurut Arikunto (2008) penentuan pengambilan responden sebagai berikut : apabila kurang dari 100 lebih baik diambil semua hingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Jika jumlah subjeknya besar dapat diambil antara 10-15% atau 20-55% atau lebih tergantung sedikit banyaknya dari: 1). Kemampuan peneliti dilihat dari waktu, tenaga dan dana 2). Sempit luasnya wilayah pengamatan dari setiap subjek, karena hal ini menyangkut banyak sedikitnya dana 3). Besar kecilnya resiko yang ditanggung oleh peneliti, tentu saja jika samplenya besar hasilnya akan lebih baik.
Responden dalam penelitian ini diambil dari kepala keluarga rumah tangga petani kelapa sawit di Desa Talang Durian. Penentuan responden bertujuan untuk mendapatkan informasi dari berbagai anggota populasi yang diamati terhadap topik penelitian yang akan dikaji.
Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 39 responden dengan menggunakan 30% dari jumlah populasi petani kelapa sawit yaitu 39 responden.
Teknik pengambilan responden dengan cara undian untuk memberikan kesempatan yang sama kepada semua anggota populasi yang telah terpilih atau diberi nomor agar ditetapkan sebagai responden.

3.3  Analisis Data
3.3.1  Analisis penerimaan rumah tangga petani
Analisis penerimaan dilakukan dengan menguraikan struktur penerimaan  petani berdasarkan sumber-sumber penerimaan yang ada. Penerimaan rumah tangga petani per bulan dihitung menggunakan rumus analisis penerimaan. Menurut  Laila dan Wulansari (2011) penerimaan rumah tangga adalah penerimaan keseluruhan yang diperoleh dari kegiatan rumah tangga yang meliputi penerimaan dari usahatani sawit, non usahatani sawit, dan non pertanian.
1.3.1.1   Penerimaan usahatani sawit
Untuk menghitung total penerimaan usahatani sawit dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
TR = P.Q
Keterangan:
TR = Total Penerimaan (Rp/bulan)
P   = Harga (Rp/kg)
Q  = Produksi yang diperoleh (Kg/bulan)
3.3.1.2 Penerimaan non usahatani sawit
Untuk menghitung total penerimaan non usahatani sawit dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
TR = P.Q
Keterangan:
TR = Total Penerimaan (Rp/bulan)
P   = Harga (Rp/kg)
Q  = Produksi yang diperoleh (Kg/bulan)
3.3.1.3 Penerimaan non pertanian
Penerimaan keseluruhan yang didapat dari kegiatan non pertanian yang belum dikurangi dengan biaya-biaya pengeluaran dan dinyatakan dalam bentuk uang tunai selama kegiatan non pertanian dalam satu bulan untuk memenuhi kebutuhan tambahan keluarga.

1.3.2   Pengeluaran rumah tangga
            Pengeluaran pangan dan non pangan dilakukan dengan menguraikan struktur pengeluaran berdasarkan jenis Pengeluaran rumah tangga petani yang menjadi sampel penelitian. Dengan menggunakan metode pendaftaran Food List Method dilakukan dengan menanyakan dan mencatat seluruh bahan makanan yang digunakan rumah tangga selama periode survei dilakukan (minggu ke I dan III). Pencatatan dilakukan berdasarkan jumlah bahan makanan yang dibeli, harga dan nilai pembeliannya, termasuk makanan  yang dimakan anggota rumah tangga di luar rumah.
            Data yang diperoleh merupakan taksiran/perkiraan dari responden. Metode ini tidak memperhitungkan bahan makanan yang terbuang, rusak atau diberikan pada binatang piaraan. Jumlah bahan makanan diperkirakan dengan ukuran berat. Selain itu dapat dipergunakan alat bantu seperti food model atau contoh lainnya untuk membantu daya ingat responden (Gibson, 1990). Sedangkan menurut Damsar (2002) bahwa pengeluaran pangan dan non pangan bukan sekedar pemenuhan kebutuhan yang bersifat fisik dan biologis manusia tetapi berkaitan kepada aspek-aspek sosial budaya. Pengeluaran pangan dan non pangan berhubungan dengan masalah selera, identitas, maupun gaya hidup.
3.3.2.1 Proporsi Pengeluaran pangan
            Untuk menghitung proporsi Pengeluaran pangan rumah tangga petani maka digunakan rumus sebagai berikut: 
           Kp
Qp =            × 100%
           Pn
Keterangan:
Qp : Proporsi Pengeluaran pangan (%)
Kp : Pengeluaran pangan rumah tangga (Rp/bulan)
Pn : Pengeluaran total rumah tangga (Rp/bulan)
3.3.2.2   Proporsi Pengeluaran non pangan
            Untuk menghitung proporsi Pengeluaran non pangan rumah tangga petani maka digunakan rumus sebagai berikut:      
            Knp
Qnp =            × 100%
            Pn
Keterangan:
Qnp : Proporsi Pengeluaran non pangan (%)
Knp : Pengeluaran non pangan rumah tangga (Rp/bulan)
Pn    : Pengeluaran total rumah tangga (Rp/bulan)    

3.4  Konsep dan Pengukuran Variabel
1)   Penerimaan usahatani sawit adalah penerimaan keseluruhan yang diterima dari kegiatan usahatani sawit (Rp/Bulan).
2)   Penerimaan non usahatani sawit adalah penerimaan keseluruhan yang diterima dari kegiatan non usahatani sawit, meliputi usahatani karet, kopi dan sawah (Rp/Bulan).
3)   Penerimaan non pertanian adalah penerimaan keseluruhan yang diterima dari kegiatan di luar usahatani PNS, bengkel dan warung (Rp/Bulan).
4)   Penerimaan rumah tangga adalah penerimaan keseluruhan yang diterima dari kegiatan rumah tangga baik dari usahatani sawit, non usahatani sawit maupun non pertanian (Rp/Bulan).
5)   Pengeluaran pangan adalah pengeluaran keseluruhan rumah tangga untuk dikonsumsi yang meliputi bahan pangan (Rp/bulan).
6)   Pengeluaran non pangan adalah pengeluaran keseluruhan rumah tangga diluar komsumsi pangan (Rp/bulan).
7)   Pengeluaran rumah tangga adalah pengeluaran keseluruan yang dikeluarkan untuk dikonsumsi rumah tangga baik pangan dan non pangan (Rp/bulan).
8)   Produksi kelapa sawit adalah jumlah seluruh hasil panen dalam satu bulan (Kg/Bulan).
9)   Produksi adalah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk menghasilkan atau menambah nilai guna suatu barang atau jasa (Rp/bulan).
10)Harga adalah suatu nilai tukar dari produksi barang maupun jasa yang dinyatakan dalam satuan  (Rp/kg).


 IV. GAMBARAN UMUM WILAYAH

4.1 Letak Batas Wilayah
Deskripsi wilayah penelitian ini sangat penting, karena dengan adanya deskripsi wilayah penelitian akan diperoleh gambaran secara umum mengenai kondisi daerah yang telah dijadikan sasaran dalam penelitian. Setiap wilayah tentunya mempunyai letak dan batas tertentu, secara adminisratif Desa Talang Durian termasuk kedalam wilayah Kecamatan Semidang Alas Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu. Desa Talang Durian terletak sekitar 100 KM dari Kota Bengkulu, 50 KM dari Ibu kota Kabupaten Semidang Alas dan 3 KM dari Ibu kota Kecamatan. Adapun batas-batas Desa Talang Durian Kecamatan Semidang Alas Kabupaten Seluma adalah sebagai berikut:
a. Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Cugung Langu
b. Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Rantau Panjang
c. Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Semidang Alas Maras
d. Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Talo
Selain dengan letak dan batas wilayah, setiapa wilayah tentu mempunyai  luas wilayah. Luas wilayah Desa Talang Durian Kecamatan Semidang Alas Kabupaten Seluma  mempunyai luas 2.335 Ha atau 4,21 % dari total luas wilayah Kecamatan Semidang Alas.

4.2 Keadaan Penduduk
4.2.1. Keadaan Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin
Jumlah penduduk berdasarkan data profil Desa Talang Durian tahun 2013 diketahui sebanyak 470  jiwa, dengan komposisi penduduk dapat dilihat pada Tabel 5.
Tabel 5. Keadaan Penduduk Desa Talang Durian Berdasarkan Jenis Kelamin
No
Jenis Kelamin
Jumlah Penduduk (Jiwa)
Persentase (%)
1
Laki-Laki
251
53,40
2
Perempuan
219
46,60
Jumlah
470
                  100,00
Sumber: Profil Desa Talang Durian, 2013
Komposisi keseluruhan penduduk menurut kelompok umur sangat penting diketahui, karena dapat memberikan gambaran mengenai jumlah keseluruhan penduduk yang berada pada usia produktif dan tidak produktif di suatu daerah. Jumlah keseluruhan penduduk di Desa Talang Durian adalah sebanyak 470 jiwa, sebanyak 251 jiwa dengan persentase 53,40% penduduk berjenis kelamin laki-laki dan 219 jiwa dengan persentase 46,60% berjenis kelamin perempuan.
Pada Tabel 6 diuraikan jumlah penduduk berdasarkan umur dimulai dari umur balita sampai dengan yang lanjut usia.
Tabel 6. Komposisi Penduduk Desa Talang Durian Berdasarkan Golongan Umur
No
Golongan Umur
Jenis Kelamin
Jumlah
(Jiwa)
Persentase
(Tahun)
laki-laki (Jiwa)
Perempuan (Jiwa)
(%)
1
0-5
16
18
34
          7,23
2
6-12
20
16
36
          7,66
3
13-18
17
21
38
          8,09
4
19-25
47
36
83
        17,66
5
26-50
           112
98
     210
        44,68
6
51-58
29
23
52
        11,06
7
59-90
10
                   7
17
    3,62
Jumlah
           251
               219
     470
      100,00
Sumber : Profil Desa Talang Durian, 2013
Dengan mengetahui komposisi penduduk laki-laki dan perempuan berdasarkan golongan umur, maka akan memberikan gambaran mengenai jumlah penduduk yang berada pada usia produktif disuatu daerah. Tabel 6 terlihat bahwa penduduk Desa Talang Durian paling besar berada pada umur 26-50 tahun dengan persentase sebesar 44,68% penduduk yang berada pada usia produktif yang merupakan kelompok dari tenaga kerja. Hal ini menunjukan tenaga kerja yang tersedia di daerah penelitian sebagian besar merupakan tenaga kerja produktif. Pada suatu daerah jika terdapat banyak jumlah penduduk yang berada pada usia produktif maka akan memacu tingkat produktivitas dalam semua bidang usaha, termasuk dalam bidang usahatani sawit. Besarnya jumlah penduduk yang berada pada usia produktif pada daerah penelitian diharapkan dapat dimanfaatkan petani untuk mendukung kegiatan pengelolaan usahatani yang dijalankan. 
4.2.2 Keadaan Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan Formal
Salah satu indikator kemajuan masyarakat adalah tingkat pendidikan. Apabila penduduk disuatu daerah berpendidikan tinggi maka pengembangan di daerah tersebut cepat maju, sehingga cepat menunjang proses penyerapan ilmu pengetahuan dan teknologi disegala bidang. Tetapi jika tingkat pendidikan disuatu daerah rendah maka pengembangan daerah akan lambat. Tingkat pendidikan suatu daerah dipengaruhi antara lain oleh kesadaran akan pentingnya pendidikan dan keadaan ekonomi masyarakat daerah tersebut. Berikut ini Tabel 7 komposisi penduduk di Desa Talang Durian.

Tabel 7. Keadaan Penduduk Desa Talang Durian Berdasarkan Tingkat Pendidikan Formal
No
Tingkat Pendidikan
Jumlah (Jiwa)
Persentase (%)
1
Tidak Pernah Sekolah
18
 3,83
2
Tidak tamat SD
64
13,62
3
Tamat SD
78
16,60
4
Tamat SLTP/Sederajat
                  112
23,83
5
Tamat SLTA/Sederajat
                  122
25,96
6
Tamat Perguruan Tinggi
28
 5,96
7
Belum Sekolah
48
10,21
 Jumlah
                  470
                   100,00
Sumber : Profil Desa Talang Durian, 2013
Berdasarkan Tabel 7 keadaan penduduk menurut tingkat pendidikan di Desa Talang Durian, jumlah yang terbanyak berada pada tingkat pendidikan tamat SLTA/Sederajat sebanyak 122 jiwa atau sebesar 25,96%. Sedangkan tingkat pendidikan yang paling sedikit adalah pada tingkat pendidikan tidak pernah sekolah sebanyak 18 jiwa atau sebesar 3,83%. Dari hasil jumlah penduduk berdasarkan jenjang pendidikan dapat dikatakan bahwa tingkat pendidikan penduduk Desa Talang Durian cukup baik, karena sebagian besar penduduk telah mengenyam pendidikan dan telah mengikuti program belajar 6 - 12 tahun.
4.2.3 Keadaan Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian
Untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat yang tinggal di Desa Talang Durian memiliki lapangan pekerjaan antara lain sebagai berikut:
Tabel 8.  Keadaan Penduduk Desa Talang Durian Berdasarkan Mata Pencaharian
No
Mata Pencaharian
Jumlah (Jiwa)
Persentase (%)
1
Petani
112
74,67
2
Buruh Tani
  29
                        19,33
3
PNS
    4
  2,67
4
Swasta
    5
  3,33
Jumlah
                   150
                       100,00
Sumber : Profil Desa Talang Durian, 2013
Mata pencaharian menjadi faktor yang menentukan tinggi rendahnya taraf hidup masyarakat suatu daerah. Maka untuk memenuhi kebutuhan hidup, masyarakat yang tinggal di Desa Talang Durian memiliki bermacam-macam lapangan pekerjaan.
Memiliki mata pencaharian yang beragam seperti petani, buruh tani, PNS dan swasta merupakan pekerjaan yang mereka tekunni. Sebagian besar penduduk Desa Talang Durian bermata pencaharian sebagai petani yaitu sebanyak 112 orang atau 74,67%, sedangkan sisanya bermata pencaharian sebagai buruh tani sebanyak 29 orang atau 19,33%, sebagai PNS sebanyak 4 orang atau 2,67% dan sebagai wiraswasta sebanyak 5 orang atau 3,33%. Keadaan mata pencaharian penduduk suatu daerah dipengaruhi oleh sumber daya yang tersedia dan kondisi sosial ekonomi seperti ketrampilan yang dimiliki, tingkat pendidikan, lapangan pekerjaan dan modal yang tersedia.
Berdasarkan Tabel 8 menunjukkan bahwa sektor pertanian masih menjadi sektor unggulan ini dapat dilihat dari mayoritas penduduknya yang bermata pencaharian sebagai petani. Penduduk Desa Talang Durian sebagian besar petani dan sub sektor perkebunan
kelapa sawit merupakan yang paling banyak diusahakan diantara sub sektor pertanian yang lain sebagai sumber penerimaan keluarga. Sehingga setiap keluarga petani kelapa sawit fokus untuk mengelolah perkebunan supaya hasil panen semakin meningkat.

4.3 Keadaan Sarana dan Prasarana Desa Talang Durian
Sarana dan prasarana yang ada merupakan faktor penunjang dalam memperlancar kegiatan sosial ekonomi masyarakat. Sarana dan prasarana juga akan mempengaruhi perkembangan serta kemajuan masyarakat yang tinggal di daerah tersebut. Jika sarana dan prasarana yang ada tersedia dengan baik maka akan memberikan kemajuan pada daerah tersebut.
Sarana dan prasarana yang terdapat di Desa Talang Durian ini bisa dikatakan cukup memadai, walaupun masih ada beberapa sarana dan prasarana yang belum tersedia, setidaknya sarana dan prasarana yang telah ada dapat mendukung aktivitas masyarakat Desa Talang Durian tersebut. Adapun sarana dan prasarana yang ada di Desa Talang Durian dapat dilihat pada Tabel 9 sebagai berikut:
Tabel 9. Keadaan Sarana dan Prasarana di Desa Talang Durian
Jenis Sarana dan Prasarana
Jumlah
Prasarana Transportasi
Panjang Jalan Aspal
Jumlah Jembatan Gantung
Jumlah Jembatan Beton
Prasarana Komunikasi
Jalur Gelombang Hand Phone
Jalur Gelombang TV
Jalur Gelombang Radio
Prasarana Irigasi
Panjang Saluran Irigasi
Prasarana Pemerintahan dan Lembaga Masyarakat
Lokasi Balai/Pertemuan
Prasarana Peribadatan
Masjid
Prasaran Olahraga
Lapangan Sepak Bola
Lapangan Bola Voli
Lapangan Tenis Meja
Prasarana Kesehatan
Puskesmas Pembantu (Putu)       
Prasarana Pendidikan
SD/MI/Sederajat
SLTP/Mts/Sederajat
                                     
                                      1 Km
1 Unit
1 Unit

Baik
Baik
Ada

     1.540 m

 1 Unit

 1 Unit

  1 Buah
  1 Buah
  1 Buah

 1 Unit

  1 Buah
  1 Buah

Sumber : Profil Desa Talang Durian, 2013

No comments:

Post a Comment