III. METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Penentuan Lokasi Penelitian
Penelitian ini berlokasi di Desa Talang Durian Kecamatan Semidang Alas
Kabupaten Seluma. Lokasi penelitian ditentukan
secara sengaja dengan pertimbangan bahwa di Desa Talang Durian terdapat 150
kepala keluarga dan yang menjadi petani kelapa sawit sebanyak 130 kepala
keluarga sehingga mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani kelapa
sawit yakni sebanyak 86%.
Waktu penelitian dilakaukan selama satu bulan dari 1 Agustus s/d 31 Agustus
2014.
3.2 Penentuan Responden
Menentukan besarnya responden
harus mempertimbangkan
ha-hal berikut : a). Tingkat homogenitas, b). Tingkat presisi, c). Kerangka
analisis dan d). Ketersediaan waktu dan biaya (Subroto, 2001). Hal yang sama
juga diungkapkan menurut Arikunto (2008) penentuan pengambilan responden sebagai berikut : apabila
kurang dari 100 lebih baik diambil semua hingga penelitiannya merupakan
penelitian populasi. Jika jumlah subjeknya besar dapat diambil antara 10-15%
atau 20-55% atau lebih tergantung sedikit banyaknya dari: 1). Kemampuan
peneliti dilihat dari waktu, tenaga dan dana 2). Sempit luasnya wilayah
pengamatan dari setiap subjek, karena hal ini menyangkut banyak sedikitnya dana
3). Besar kecilnya resiko yang ditanggung oleh peneliti, tentu saja jika
samplenya besar hasilnya akan lebih baik.
Responden dalam
penelitian ini diambil dari kepala keluarga rumah tangga petani kelapa
sawit di Desa Talang Durian. Penentuan responden bertujuan untuk mendapatkan informasi
dari berbagai anggota populasi yang diamati terhadap topik penelitian yang akan
dikaji.
Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 39 responden dengan
menggunakan 30% dari jumlah populasi petani kelapa sawit yaitu
39 responden.
Teknik
pengambilan responden dengan cara undian
untuk memberikan
kesempatan yang sama kepada semua
anggota populasi yang telah terpilih
atau diberi nomor agar ditetapkan sebagai responden.
3.3 Analisis Data
3.3.1 Analisis
penerimaan rumah tangga petani
Analisis penerimaan
dilakukan dengan menguraikan struktur penerimaan petani berdasarkan
sumber-sumber penerimaan
yang ada. Penerimaan rumah tangga petani per bulan dihitung menggunakan rumus analisis penerimaan. Menurut Laila dan Wulansari (2011) penerimaan rumah tangga adalah
penerimaan keseluruhan yang diperoleh dari kegiatan rumah tangga yang meliputi penerimaan dari
usahatani sawit, non usahatani
sawit, dan non
pertanian.
1.3.1.1
Penerimaan usahatani
sawit
Untuk menghitung total
penerimaan usahatani sawit dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
TR = P.Q
Keterangan:
TR
= Total Penerimaan (Rp/bulan)
P = Harga (Rp/kg)
Q = Produksi yang diperoleh (Kg/bulan)
3.3.1.2 Penerimaan non usahatani sawit
Untuk menghitung total
penerimaan non usahatani
sawit dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
TR = P.Q
Keterangan:
TR
= Total Penerimaan (Rp/bulan)
P = Harga (Rp/kg)
Q = Produksi yang diperoleh (Kg/bulan)
3.3.1.3 Penerimaan non pertanian
Penerimaan keseluruhan
yang didapat dari kegiatan non pertanian yang belum dikurangi dengan
biaya-biaya pengeluaran dan dinyatakan
dalam bentuk uang tunai selama kegiatan non pertanian dalam satu bulan untuk
memenuhi kebutuhan tambahan keluarga.
1.3.2
Pengeluaran
rumah tangga
Pengeluaran pangan dan non pangan
dilakukan dengan menguraikan struktur pengeluaran
berdasarkan jenis Pengeluaran
rumah tangga petani yang menjadi sampel penelitian. Dengan
menggunakan metode pendaftaran
Food List Method
dilakukan dengan menanyakan dan mencatat seluruh bahan makanan yang digunakan
rumah tangga selama periode survei dilakukan (minggu ke I dan III). Pencatatan
dilakukan berdasarkan jumlah bahan makanan yang dibeli, harga dan nilai
pembeliannya, termasuk makanan yang
dimakan anggota rumah tangga di luar rumah.
Data yang diperoleh merupakan taksiran/perkiraan
dari responden. Metode ini tidak memperhitungkan bahan makanan yang terbuang,
rusak atau diberikan pada binatang piaraan. Jumlah bahan makanan diperkirakan
dengan ukuran berat. Selain itu dapat dipergunakan alat bantu seperti food
model atau contoh lainnya untuk membantu daya ingat responden (Gibson,
1990). Sedangkan menurut Damsar (2002) bahwa pengeluaran pangan dan
non pangan bukan sekedar pemenuhan kebutuhan yang bersifat fisik dan biologis
manusia tetapi berkaitan kepada aspek-aspek sosial budaya. Pengeluaran pangan
dan non pangan berhubungan dengan masalah selera, identitas, maupun gaya hidup.
3.3.2.1 Proporsi Pengeluaran pangan
Untuk
menghitung proporsi Pengeluaran pangan rumah tangga petani maka digunakan rumus
sebagai berikut:
Kp
Pn
Keterangan:
Qp :
Proporsi Pengeluaran pangan (%)
Kp : Pengeluaran
pangan rumah tangga (Rp/bulan)
Pn : Pengeluaran
total rumah tangga (Rp/bulan)
3.3.2.2
Proporsi
Pengeluaran non pangan
Untuk
menghitung proporsi Pengeluaran non pangan rumah tangga petani maka digunakan
rumus sebagai berikut:
Knp
Pn
Keterangan:
Qnp : Proporsi Pengeluaran non pangan (%)
Knp : Pengeluaran
non pangan rumah tangga (Rp/bulan)
Pn :
Pengeluaran total rumah tangga (Rp/bulan)
3.4 Konsep dan Pengukuran Variabel
1) Penerimaan usahatani sawit adalah penerimaan
keseluruhan yang diterima dari kegiatan usahatani sawit (Rp/Bulan).
2) Penerimaan
non usahatani sawit adalah penerimaan keseluruhan yang diterima dari kegiatan
non usahatani sawit, meliputi usahatani karet, kopi dan sawah (Rp/Bulan).
3) Penerimaan
non pertanian adalah penerimaan keseluruhan yang diterima dari kegiatan di luar
usahatani PNS, bengkel dan warung (Rp/Bulan).
4) Penerimaan
rumah tangga adalah penerimaan keseluruhan yang diterima dari kegiatan rumah
tangga baik dari usahatani sawit, non usahatani sawit maupun non pertanian
(Rp/Bulan).
5) Pengeluaran
pangan adalah pengeluaran keseluruhan rumah tangga untuk dikonsumsi yang
meliputi bahan pangan (Rp/bulan).
6) Pengeluaran
non pangan adalah pengeluaran keseluruhan rumah tangga diluar komsumsi pangan
(Rp/bulan).
7) Pengeluaran
rumah tangga adalah pengeluaran keseluruan yang dikeluarkan untuk dikonsumsi
rumah tangga baik pangan dan non pangan (Rp/bulan).
8) Produksi
kelapa sawit adalah jumlah seluruh hasil panen dalam satu bulan (Kg/Bulan).
9) Produksi adalah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk
menghasilkan atau menambah nilai guna suatu barang atau jasa (Rp/bulan).
10)Harga
adalah suatu nilai tukar dari
produksi barang maupun jasa yang dinyatakan dalam satuan
(Rp/kg).
IV. GAMBARAN UMUM WILAYAH
4.1
Letak Batas Wilayah
Deskripsi wilayah
penelitian ini sangat penting, karena dengan adanya deskripsi wilayah
penelitian akan diperoleh gambaran secara umum mengenai kondisi daerah yang
telah dijadikan sasaran dalam penelitian. Setiap wilayah tentunya mempunyai
letak dan batas tertentu, secara adminisratif Desa Talang Durian termasuk
kedalam wilayah Kecamatan Semidang Alas Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu.
Desa Talang Durian terletak sekitar 100 KM dari Kota Bengkulu, 50 KM dari Ibu kota Kabupaten Semidang Alas dan
3 KM dari Ibu kota
Kecamatan. Adapun batas-batas Desa Talang Durian Kecamatan Semidang Alas
Kabupaten Seluma adalah sebagai berikut:
a. Sebelah Utara
berbatasan dengan Desa Cugung Langu
b. Sebelah Selatan
berbatasan dengan Desa Rantau Panjang
c. Sebelah Timur
berbatasan dengan Kecamatan Semidang Alas Maras
d. Sebelah Barat
berbatasan dengan Kecamatan Talo
Selain dengan letak
dan batas wilayah, setiapa wilayah tentu mempunyai luas wilayah. Luas wilayah Desa Talang Durian
Kecamatan Semidang Alas Kabupaten Seluma
mempunyai luas 2.335 Ha atau 4,21 % dari total luas wilayah Kecamatan
Semidang Alas.
4.2
Keadaan Penduduk
4.2.1. Keadaan Penduduk
Berdasarkan Jenis Kelamin
Jumlah penduduk
berdasarkan data profil Desa Talang Durian tahun 2013 diketahui sebanyak 470 jiwa, dengan komposisi penduduk dapat dilihat
pada Tabel 5.
Tabel 5. Keadaan Penduduk Desa
Talang Durian Berdasarkan Jenis Kelamin
No
|
Jenis Kelamin
|
Jumlah Penduduk (Jiwa)
|
Persentase (%)
|
1
|
Laki-Laki
|
251
|
53,40
|
2
|
Perempuan
|
219
|
46,60
|
Jumlah
|
470
|
100,00
|
|
Sumber: Profil Desa Talang Durian,
2013
Komposisi keseluruhan penduduk
menurut kelompok umur sangat penting diketahui, karena dapat memberikan
gambaran mengenai jumlah keseluruhan
penduduk yang berada
pada usia produktif dan tidak produktif di
suatu daerah. Jumlah keseluruhan penduduk di Desa Talang Durian
adalah sebanyak 470 jiwa, sebanyak 251 jiwa dengan persentase 53,40% penduduk
berjenis kelamin laki-laki dan 219 jiwa dengan persentase 46,60% berjenis
kelamin perempuan.
Pada Tabel 6 diuraikan jumlah penduduk berdasarkan
umur dimulai dari umur balita sampai dengan yang lanjut usia.
Tabel 6. Komposisi Penduduk Desa
Talang Durian Berdasarkan Golongan Umur
No
|
Golongan
Umur
|
Jenis
Kelamin
|
Jumlah
(Jiwa)
|
Persentase
|
|
(Tahun)
|
laki-laki
(Jiwa)
|
Perempuan
(Jiwa)
|
(%)
|
||
1
|
0-5
|
16
|
18
|
34
|
7,23
|
2
|
6-12
|
20
|
16
|
36
|
7,66
|
3
|
13-18
|
17
|
21
|
38
|
8,09
|
4
|
19-25
|
47
|
36
|
83
|
17,66
|
5
|
26-50
|
112
|
98
|
210
|
44,68
|
6
|
51-58
|
29
|
23
|
52
|
11,06
|
7
|
59-90
|
10
|
7
|
17
|
3,62
|
Jumlah
|
251
|
219
|
470
|
100,00
|
|
Sumber : Profil Desa
Talang Durian, 2013
Dengan mengetahui
komposisi penduduk laki-laki dan perempuan berdasarkan golongan umur, maka akan
memberikan gambaran mengenai jumlah penduduk yang berada pada usia
produktif disuatu daerah.
Tabel 6 terlihat bahwa penduduk Desa Talang
Durian paling besar berada pada umur
26-50 tahun dengan persentase sebesar 44,68% penduduk yang berada pada
usia produktif yang merupakan kelompok dari tenaga kerja. Hal ini menunjukan
tenaga kerja yang tersedia di daerah penelitian sebagian besar merupakan tenaga
kerja produktif. Pada suatu daerah jika terdapat banyak jumlah penduduk yang
berada pada usia produktif maka akan memacu tingkat produktivitas dalam semua
bidang usaha, termasuk dalam bidang usahatani sawit. Besarnya jumlah penduduk
yang berada pada usia produktif pada daerah penelitian diharapkan dapat
dimanfaatkan petani untuk mendukung kegiatan pengelolaan usahatani yang
dijalankan.
4.2.2 Keadaan Penduduk
Berdasarkan Tingkat Pendidikan Formal
Salah satu indikator
kemajuan masyarakat adalah tingkat pendidikan. Apabila penduduk disuatu daerah
berpendidikan tinggi maka pengembangan di daerah tersebut cepat maju, sehingga
cepat menunjang proses penyerapan ilmu pengetahuan dan teknologi disegala
bidang. Tetapi jika tingkat pendidikan disuatu daerah rendah maka pengembangan
daerah akan lambat. Tingkat pendidikan suatu daerah dipengaruhi antara lain
oleh kesadaran akan pentingnya pendidikan dan keadaan ekonomi masyarakat daerah
tersebut. Berikut ini Tabel 7 komposisi penduduk di Desa Talang Durian.
Tabel 7. Keadaan Penduduk Desa
Talang Durian Berdasarkan Tingkat Pendidikan Formal
No
|
Tingkat
Pendidikan
|
Jumlah
(Jiwa)
|
Persentase
(%)
|
1
|
Tidak Pernah Sekolah
|
18
|
3,83
|
2
|
Tidak tamat SD
|
64
|
13,62
|
3
|
Tamat SD
|
78
|
16,60
|
4
|
Tamat SLTP/Sederajat
|
112
|
23,83
|
5
|
Tamat SLTA/Sederajat
|
122
|
25,96
|
6
|
Tamat Perguruan Tinggi
|
28
|
5,96
|
7
|
Belum Sekolah
|
48
|
10,21
|
Jumlah
|
470
|
100,00
|
|
Sumber : Profil Desa
Talang Durian, 2013
Berdasarkan Tabel 7
keadaan penduduk menurut tingkat pendidikan di Desa Talang Durian, jumlah yang terbanyak berada pada tingkat
pendidikan tamat SLTA/Sederajat sebanyak 122 jiwa atau sebesar 25,96%.
Sedangkan tingkat pendidikan yang paling sedikit adalah pada tingkat pendidikan
tidak pernah sekolah sebanyak 18 jiwa atau sebesar 3,83%. Dari hasil
jumlah penduduk berdasarkan jenjang pendidikan dapat dikatakan bahwa tingkat pendidikan
penduduk Desa Talang Durian cukup baik, karena sebagian besar penduduk telah
mengenyam pendidikan dan telah mengikuti program belajar 6 - 12 tahun.
4.2.3 Keadaan Penduduk Berdasarkan
Mata Pencaharian
Untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat yang
tinggal di Desa Talang Durian memiliki lapangan pekerjaan antara lain sebagai
berikut:
Tabel
8. Keadaan Penduduk Desa Talang Durian
Berdasarkan Mata Pencaharian
No
|
Mata Pencaharian
|
Jumlah
(Jiwa)
|
Persentase
(%)
|
1
|
Petani
|
112
|
74,67
|
2
|
Buruh Tani
|
29
|
19,33
|
3
|
PNS
|
4
|
2,67
|
4
|
Swasta
|
5
|
3,33
|
Jumlah
|
150
|
100,00
|
Sumber : Profil Desa
Talang Durian, 2013
Mata pencaharian menjadi faktor yang menentukan
tinggi rendahnya taraf hidup masyarakat suatu daerah. Maka untuk memenuhi
kebutuhan hidup, masyarakat yang tinggal di Desa Talang Durian memiliki
bermacam-macam lapangan pekerjaan.
Memiliki
mata pencaharian
yang beragam seperti petani,
buruh tani, PNS
dan swasta merupakan pekerjaan yang mereka tekunni. Sebagian besar penduduk Desa Talang Durian bermata pencaharian sebagai
petani yaitu sebanyak 112 orang atau 74,67%, sedangkan sisanya bermata pencaharian sebagai
buruh tani sebanyak 29 orang atau 19,33%, sebagai PNS sebanyak 4 orang atau 2,67% dan sebagai wiraswasta sebanyak 5 orang atau 3,33%. Keadaan
mata pencaharian penduduk suatu daerah dipengaruhi oleh sumber daya yang tersedia dan kondisi
sosial ekonomi seperti ketrampilan yang dimiliki, tingkat pendidikan, lapangan
pekerjaan dan modal yang tersedia.
Berdasarkan Tabel 8 menunjukkan bahwa sektor
pertanian masih menjadi sektor unggulan ini dapat dilihat dari mayoritas
penduduknya yang bermata pencaharian sebagai petani. Penduduk Desa Talang
Durian sebagian besar petani dan sub sektor perkebunan
kelapa
sawit merupakan yang paling banyak diusahakan diantara sub sektor pertanian
yang lain sebagai sumber penerimaan keluarga. Sehingga setiap keluarga petani kelapa
sawit fokus untuk mengelolah perkebunan supaya hasil panen semakin meningkat.
4.3
Keadaan Sarana dan Prasarana Desa Talang Durian
Sarana dan prasarana yang
ada merupakan faktor penunjang dalam memperlancar kegiatan sosial ekonomi
masyarakat. Sarana
dan prasarana juga akan mempengaruhi perkembangan serta kemajuan masyarakat
yang tinggal di daerah tersebut. Jika sarana dan prasarana yang ada tersedia
dengan baik maka akan memberikan kemajuan pada daerah tersebut.
Sarana dan prasarana yang terdapat di Desa Talang
Durian ini bisa dikatakan cukup memadai, walaupun masih ada beberapa sarana dan
prasarana yang belum tersedia, setidaknya sarana dan prasarana yang telah ada
dapat mendukung aktivitas masyarakat Desa Talang Durian tersebut. Adapun sarana dan prasarana yang ada di Desa
Talang Durian dapat dilihat pada Tabel 9 sebagai berikut:
Tabel 9. Keadaan Sarana dan Prasarana di Desa Talang
Durian
Jenis Sarana dan Prasarana
|
Jumlah
|
Prasarana Transportasi
Panjang Jalan Aspal
Jumlah Jembatan Gantung
Jumlah Jembatan Beton
Prasarana Komunikasi
Jalur Gelombang Hand Phone
Jalur Gelombang TV
Jalur Gelombang Radio
Prasarana Irigasi
Panjang Saluran Irigasi
Prasarana Pemerintahan dan Lembaga Masyarakat
Lokasi Balai/Pertemuan
Prasarana Peribadatan
Masjid
Prasaran Olahraga
Lapangan Sepak Bola
Lapangan Bola Voli
Lapangan Tenis Meja
Prasarana Kesehatan
Puskesmas Pembantu (Putu)
Prasarana Pendidikan
SD/MI/Sederajat
SLTP/Mts/Sederajat
|
1 Km
1 Unit
1 Unit
Baik
Baik
Ada
1.540 m
1 Unit
1 Unit
1 Buah
1 Buah
1 Buah
1 Unit
1 Buah
1 Buah
|
Sumber : Profil Desa Talang
Durian, 2013
No comments:
Post a Comment